Tendangan penalti

Diposting pada


Yalla Shoot – Tendangan penalti adalah metode menendang di dalam pertandingan sepak bola, yang ditunaikan dari titik penalti berjarak 11 mtr. menuju gawang. Tendangan penalti ditunaikan sepanjang permainan berlangsung. Hal ini diberikan kala pelanggaran bersama dengan hukuman tendangan bebas berlangsung di dalam daerah penalti. Tendangan yang serupa yang dibuat di dalam adu penalti di beberapa sistem kompetisi untuk memilih tim pemenang sehabis pertandingan berakhir imbang; walau serupa di dalam penerapan, adu penalti mempunyai batasan-batasan yang sedikit berbeda.

Dalam praktiknya, hukuman lebih sering jadi gol daripada tidak, bahkan terhadap kiper kelas dunia, yang artinya bahwa bantuan tendangan penalti sering menentukan, terlebih di dalam permainan yang sedikit menghasilkan gol. Tendangan penalti yang berhasil sering mematahkan motivasi terhadap pemain lawan gara-gara diakui dimudahkan untuk mencetak gol.

Tendangan ini diperkenalkan pertama kali di wilayah Britania Raya terhadap akhir abad ke-19. Tendangan penalti pertama terhadap sebuah laga formal di dunia diberikan kepada tim Skotlandia, Airdrieonians pada tahun 1891 di Broomfield Park. tendangan penalti pertama di liga diberikan kepada Wolverhampton Wanderers dalam pertandingan mereka melawan Accrington di Stadion Molineux pada tanggal 14 September 1891. Hukuman itu disita dan dicetak gol oleh Billy Heath ketika Wolves memenangkan pertandingan bersama dengan skor 5-0. Terdapat sebagian teknik di dalam tendangan penalti yang langka diterapkan layaknya menendang bola pelan untuk kemudian ditendang oleh pemain lain ke arah gawang, layaknya percobaan tendangan penalti yang dilakukan Robert Pires yang menendang bola secara pelan untuk ditendang Thierry Henry dalam pertandingan di Liga Primer Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Highbury, walau tendangan ini tak berhasil menghasilkan gol.

Lemparan kedalam
Lemparan kedalam (bahasa Inggris: Throw-in) adalah metode lemparan ke daerah permainan terhadap permainan sepak bola karena bola nampak dari garis lapangan sebelumnya. Metode ini dijelaskan di dalam hukum ke-15 LOTG. Lemparan kedalam tidak boleh dipergunakan sebagai tendangan kaki ataupun sundulan kepala melainkan lemparan bola bersama dengan dua tangan menuju daerah permainan. Sebuah gol tidak boleh ditunaikan melalui lemparan ini. Pelempar bola tidak boleh diganggu kala melontarkan bola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *